
SURABAYA, AKTUAL BERITA INDONESI– Memperingati Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-80, Sekretaris Jenderal Aliansi Putera Daerah Indonesia atau APDI, Abi Munif, mendesak Polri segera melakukan lompatan reformasi internal. Fokusnya adalah penguatan kapasitas menghadapi kejahatan digital dan menjaga kepercayaan publik yang mulai tergerus.
Abi Munif menilai, peta kejahatan di Indonesia sudah berubah total. Modusnya kini dominan di ranah digital: mulai dari penipuan online, judi daring, pembobolan data, sampai pemalsuan dokumen elektronik. Menurutnya, Polri tidak bisa lagi menggunakan pola lama untuk melawan kejahatan baru.
“Usia ke-80 ini momentum Polri untuk naik kelas. Kalau hanya jalan di tempat, Polri akan ketinggalan. Kejahatan digital butuh penyidik yang paham teknologi, sistem yang transparan, dan pengawasan internal yang tidak tumpul ke atas,” ujar Abi Munif, Senin (30/6/2026).
APDI juga menyoroti keluhan masyarakat terkait minimnya informasi perkembangan laporan. Banyak korban merasa perkara mentok di meja penyidik tanpa kejelasan. Kondisi ini, kata Abi, sangat berbahaya karena bisa memicu hilangnya trust publik terhadap Polri.
Di akhir, APDI mengucapkan Selamat HUT Bhayangkara ke-80. “Polri harus berani berbenah dari dalam. Kuncinya 3: Modern, Transparan, dan Tegas. Hanya dengan itu Polri bisa tetap dipercaya masyarakat di era digital,” pungkas Abi Munif.
Jurnalis isw89





