Beranda / Uncategorized / Refleksi HUT RI ke-81: Aktivis 98.Eko Gagak Ajak Bangsa “Menjahit Kembali” Makna Keadilan

Refleksi HUT RI ke-81: Aktivis 98.Eko Gagak Ajak Bangsa “Menjahit Kembali” Makna Keadilan

SURABAYA AKTUAL BERITA INDONESIA.COM– Memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-81, aktivis dan penulis opini Eko Gagak mengajak seluruh elemen bangsa untuk merefleksikan makna kemerdekaan yang sesungguhnya. Ia menilai, perjuangan saat ini bukan lagi melawan penjajah asing, melainkan melawan ketidakadilan di dalam negeri.

Dalam tulisannya bertajuk _“Menjahit Kembali Robekan Kemerdekaan”_ pada Agustus 2026, Eko menggunakan simbol bendera robek di ujung tiang sebagai pengingat.

Bendera yang robek itu adalah saksi bisu. Robekan itu bukan aib, melainkan bekas luka perjuangan. Namun ia juga mengingatkan bahwa kemerdekaan sejati masih harus diperjuangkan dari cengkeraman ketidakadilan,” ujarnya.

Menurut Eko, tantangan terbesar bangsa hari ini adalah memastikan keadilan hukum dan kesejahteraan sosial berjalan bagi seluruh warga negara tanpa diskriminasi.

Kita sudah berhasil mengusir penjajah bermata biru. Tugas kita sekarang adalah membebaskan bangsa dari belenggu ketidakadilan yang diciptakan oleh saudara sebangsa sendiri,” tegasnya.

Ia menyoroti pentingnya penegakan hukum yang tidak tebang pilih. Bagi Eko, kewibawaan negara tidak diukur dari retorika di atas podium, melainkan dari praktik hukum yang adil bagi pejabat, orang kaya, maupun rakyat kecil.

“Ketika hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah, saat itulah kita sedang merobek makna merah putih yang sesungguhnya. Pancasila menuntut kita menempatkan keadilan sosial sebagai tujuan utama, bukan sekadar hiasan sejarah,” katanya.

Eko menegaskan kritik yang disampaikan bukan bentuk pesimisme, melainkan wujud cinta tanah air. Ia menyebut korupsi, kesenjangan ekonomi, dan pengabaian hak rakyat kecil sebagai “musuh nyata” bangsa saat ini.

“Jika pemangku kebijakan terus menutup mata, maka kain bendera yang robek itu akan semakin tercabik oleh kekecewaan publik,” ucapnya.

Di akhir refleksinya, Eko mengajak pemerintah dan seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum HUT RI ke-81 sebagai titik tolak memperbaiki integritas moral dan menegakkan keadilan.

“Sudah saatnya kita menjahit kembali robekan tersebut. Dengan hukum yang adil dan kesejahteraan yang merata dari Sabang sampai Merauke, kita baru bisa mengibarkan merah putih dengan utuh, megah, dan berwibawa,” pungkasnya.

Penulis isw89

Sumber eko gagak

 

Mau saya bikinin juga versi *lebih singkat 3 paragraf* buat rilis media, atau versi *editorial tajam 700 kata* buat koran opini?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *