Semarang, Aktual Berita Indonesia.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Melalui operasi yustisi yang digelar secara mendadak, petugas menyisir sejumlah tempat hiburan malam di Kota Semarang dan melakukan tes urine terhadap pengunjung maupun pihak yang berada di lokasi.
Operasi yang berlangsung sejak Jumat (31/7/2026) malam hingga Sabtu (1/8/2026) dini hari itu menyasar enam tempat hiburan malam, yakni Octopus Executive Karaoke, Golden Music, Valentine Karaoke, Mutiara Music, Diva Music, dan Seroja Karaoke. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi BNNP Jateng untuk memastikan tempat hiburan tidak dijadikan lokasi penyalahgunaan maupun transaksi narkotika.
Sebanyak 16 orang dipilih secara acak untuk menjalani tes urine. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruhnya negatif narkotika. Meski demikian, BNNP Jateng menegaskan hasil tersebut bukan berarti ancaman narkoba telah berakhir.

Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Agus Rohmat, menegaskan perang melawan narkoba merupakan komitmen yang tidak bisa ditawar. Menurutnya, siapa pun yang terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika akan berhadapan dengan proses hukum.
“Jangan pernah berpikir ada ruang aman bagi penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di Jawa Tengah. BNN akan terus hadir melalui operasi, pengawasan, penindakan, dan pencegahan secara berkelanjutan,” tegas Agus.
Ia juga mengingatkan bahwa pengelola tempat hiburan memiliki tanggung jawab menjaga usahanya tetap bersih dari praktik penyalahgunaan narkoba. Tempat hiburan yang mematuhi aturan tidak perlu khawatir terhadap pengawasan yang dilakukan BNN. Sebaliknya, apabila ditemukan adanya penyalahgunaan atau transaksi narkotika, tindakan hukum akan diterapkan sesuai peraturan yang berlaku.
Ketua Tim Operasi sekaligus Penyidik Madya BNNP Jawa Tengah, Kombes Ferry Sandy Sitepu, mengatakan operasi yustisi merupakan langkah deteksi dini untuk mempersempit ruang gerak jaringan narkotika sekaligus memberikan efek cegah bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan tempat hiburan benar-benar bebas dari narkotika. Pemeriksaan dilakukan secara profesional, acak, dan humanis. Operasi seperti ini akan terus dilakukan tanpa pemberitahuan sehingga mampu memberikan efek pencegahan,” ujarnya.
Meski seluruh hasil tes urine dinyatakan negatif, BNNP Jateng memastikan pengawasan tidak akan dikendurkan. Razia dan pemeriksaan mendadak akan terus digelar secara berkala sebagai bentuk komitmen menjaga Jawa Tengah dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Salah seorang pengunjung, Agung Budiman, mengapresiasi langkah BNNP Jateng. Menurutnya, pengawasan rutin membuat masyarakat merasa lebih aman dan nyaman saat menikmati hiburan.
Operasi ini menjadi pengingat bahwa perang melawan narkoba membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. BNNP Jawa Tengah menegaskan tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi pelaku penyalahgunaan maupun jaringan peredaran narkotika yang mencoba beroperasi di wilayah Jawa Tengah.
EDITOR: FAUZI






