Beranda / Gresik / CEGAH STANTING, POSYANDU SOOKO LAKUKAN REMBUG STANTING

CEGAH STANTING, POSYANDU SOOKO LAKUKAN REMBUG STANTING

Gresik, ABI – Menetapkan penurunan prevalensi stunting pada balita sebagai salah satu proyek prioritas strategis nasional (major project) yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024 adalah payung hukum upaya Pemerintah Republik indonesia dalam rangka pencegahan stanting.

Kader Kesehatan Posyandu adalah kepanjangan tangan pemerintahan desa sooko dalam upaya percepatan pencegahan stanting yang ada di wilayah Desa Sooko. Melalui rembug Stanting yang di selenggarakan pemerintahan desa sooko pada senin, (27/05) di pendopo desa.

Pertemuan tersebut guna untuk validasi data balita stanting se desa sooko, menurut data dari bidan desa, Dian Eka Prasetyowati, S.Keb pada tahun 2025 terdapat sejumlah 18 anak.

“ Sesuai dengan data yang kami peroleh, kami menemukan 18 anak masuk kategori stanting, kami anak melakukan upaya penurunan angka tersebut sesuai dengan petunjuk teknis dari dinas kesehatan,” Ujarnya

Sementara itu, Nur Kholifah selaku ketua Posyandu mengajak kepada pada kader kesehatan desa untuk lebih giat dalam rangka penurunan stanting di desa.

“Dengan rembug stanting ini kami akan melakukan pendataan secara menyeluruh kepada balita yang ada di desa sooko. Tentunya melalui posyandu, pada waktu penimbangan (PMT) kami selalu mengajak bidan desa untuk ikut serta agar bisa di ketahui secara langsung,” Terangnya.

Selain menghadirkan seluruh kader kesehatan, kegiatan ini juga mengundang balita dan bundanya yang terverifikasi stanting untuk di berikan penjelasan dan wawasan penanganan stanting.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *