Lamongan, Aktualberitaindonesia.com — Satuan Reserse Kriminal Unit PPA Polres Lamongan mengungkap kasus penipuan dan penggelapan bermodus kencan online yang menjerat seorang pemuda di wilayah Babat, Kabupaten Lamongan. Dalam kasus ini, satu pelaku berhasil diamankan, sementara pelaku lainnya masih buron.
Korban berinisial VS (18), warga Kecamatan Tikung, Lamongan, kehilangan sepeda motor Yamaha NMAX putih miliknya setelah diperdaya akun perempuan palsu di media sosial.
Kasat Reskrim AKP Rizky Akbar Kurniadi melalui Kasi Humas Ipda M. Hamzaid menjelaskan, kejadian itu terjadi pada Minggu, 26 April 2026 sekitar pukul 20.50 WIB.
Awalnya korban berkenalan dengan akun Instagram bernama “Billa” atau @nabila. Setelah intens berkomunikasi melalui DM Instagram dan WhatsApp, korban diajak bertemu di kawasan utara Perempatan Sawongaling, Babat.
Saat bertemu, korban diajak berbincang di depan pondok pesantren di Jalan Pramuka. Tak lama kemudian, pelaku perempuan berinisial FN (20), warga Kecamatan Sekaran, meminjam motor korban dengan alasan hendak menjemput temannya di sebelah timur lokasi.
Korban yang tak menaruh curiga pun menyerahkan kunci motornya. Namun setelah ditunggu cukup lama, FN tak kunjung kembali. Nomor WhatsApp korban bahkan langsung diblokir.
“Korban kemudian menyadari dirinya menjadi korban penipuan dan penggelapan, lalu melapor ke Polsek Babat,” ujar Hamzaid, Senin (18/5/2026).
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp20 juta.
Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan fakta bahwa aksi tersebut sudah direncanakan sebelumnya oleh LS (22), warga Kecamatan Maduran, yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO).
LS diduga menjadi otak penipuan dengan membuat akun Instagram palsu untuk mencari target korban. Agar penyamarannya meyakinkan, LS meminta FN yang merupakan istrinya mengirim voice note kepada korban supaya percaya bahwa dirinya benar-benar sedang berkomunikasi dengan seorang perempuan.
Pelaku juga sengaja meminta korban datang menggunakan sepeda motor, bukan mobil, agar kendaraan lebih mudah dibawa kabur.
Saat ini polisi masih memburu LS yang diduga berperan utama dalam aksi penipuan tersebut. Polisi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkenalan dengan orang asing di media sosial dan tidak mudah percaya ketika diajak bertemu secara langsung.






